Debu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Melanda Pekon Guring, Warga Diimbau Waspada dan Jaga Kesehatan

Harian Tv
Sunday, September 6, 2026, 11:32 WIB Last Updated 2026-09-06T04:32:13Z

TANGGAMUS – Dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus. Salah satunya di Pekon Guring, Kecamatan Pematang Sawa, pada Sabtu (5/9/2026), ketika debu vulkanik dilaporkan melayang di udara dan menyelimuti sejumlah ruas jalan serta permukiman warga.


Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya pengendara yang melintas, harus meningkatkan kewaspadaan. Debu halus yang terbawa angin menyebabkan jarak pandang dan kenyamanan berkendara terganggu. Sejumlah warga juga mengeluhkan mata terasa pedas dan perih setelah terpapar debu vulkanik.


Pantauan di lapangan menunjukkan debu halus terlihat menempel di permukaan jalan maupun sejumlah benda di sekitar Pekon Guring. Pengendara sepeda motor tampak memperlambat laju kendaraan dan sebagian menggunakan masker serta pelindung mata untuk mengurangi paparan debu.


“Debunya lumayan tebal ketika melintas. Mata langsung terasa pedas dan perih. Kami terpaksa berkendara lebih pelan dan menggunakan masker agar tidak terlalu banyak menghirup debu,” ujar salah seorang pengendara.


Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Pekon Guring, Salehuddin, mengimbau seluruh masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan memperhatikan kesehatan.


“Saya berharap seluruh masyarakat Pekon Guring dan sekitarnya tetap berhati-hati, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Mari kita jaga kesehatan bersama. Gunakan masker dan pelindung mata agar terhindar dari gangguan pernapasan maupun iritasi mata,” ujar Salehuddin.


Ia juga mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara dipenuhi debu. Pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup rapat agar abu vulkanik tidak mudah masuk ke dalam ruangan.


Bagi masyarakat yang memiliki keluhan pada mata atau gangguan pernapasan, warga diimbau segera mendapatkan penanganan medis apabila gejala semakin parah.


Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena arah penyebaran debu vulkanik sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin. Karena itu, warga di wilayah terdampak diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.


Kepala Pekon Guring Salehuddin menegaskan, kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi langkah penting untuk menghadapi dampak abu vulkanik. “Jaga kesehatan, saling mengingatkan, dan utamakan keselamatan,” pesannya.


(A. Salim)

Komentar

Tampilkan