Dia yang ditunggu adalah "Bezanolo Amazihono, yang biasa disapa Ama Putra." Nelayan itu berangkat seperti biasa, Senin (12/10/2026) pagi jam 07.00 WIB, pamit untuk mencari ikan untuk menghidupi keluarga. Biasanya jam 18.00 WIB ia sudah pulang, membawa hasil laut.
Namun hingga malam tiba, perahunya tak terlihat. Laut sepi. Keluarga panik. Laporan pun sampai ke Polsek Lahusa.
Ternyata di tengah laut yang luas, Ama Putra sedang berjuang sendiri. Poros baling-baling perahunya patah. Mesin mati. Perahu tak bisa bergerak. Ia tidak membawa alat untuk memperbaiki. Di tengah ombak, sendirian, ia hanya bisa pasrah dan berharap ada nelayan lain yang melintas dan melihatnya.
Bayangkan, sehari semalam terombang-ambing di laut tanpa kepastian, memikirkan keluarga di rumah yang pasti menangis menunggunya.
Mendapat laporan itu, personel Polsek Lahusa tak menunggu lama. Koordinasi dilakukan, pencarian dan upaya penjemputan segera digelar.
Dan doa itu terjawab. Selasa sore, sekitar pukul 17.20 WIB, Ama Putra berhasil ditemukan. Selamat. Lelah, tapi hidup.
Kapolsek Lahusa, Ipda Yudhi Andhika, S.T., M.M.,tak bisa menyembunyikan rasa leganya, namun ia juga menitip pesan dengan suara lirih untuk semua nelayan.
"Kami mengimbau kepada bapak-bapak nelayan, tolong utamakan keselamatan. Cek perahu dan mesin sebelum berangkat. Bawa peralatan darurat, bawa alat komunikasi. Laut itu tidak bisa ditebak. Jika ada masalah, segera minta bantuan," ungkapnya.
Kisah Ama Putra hari ini adalah kisah semua nelayan kecil di Nias Selatan. Pergi pagi dengan harapan, mempertaruhkan nyawa di laut, demi sesuap nasi untuk keluarga di rumah.
Hari ini ia pulang. Pelukan keluarga di dermaga menjadi akhir dari penantian yang penuh air mata.
Polisi Bersama Masyarakat, Hadir Saat Warga Butuh Pertolongan.
(Abdul)


.jpg)
