Bupati Empat Lawang: Makna Kurban Penguat Persatuan di Tengah Kesulitan saat Shalat Idul Adha 1447 H

Wednesday, May 27, 2026, 19:35 WIB Last Updated 2026-05-27T12:35:28Z



Empat Lawang -Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan sebagai kekuatan utama menghadapi tantangan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit saat ini. 

Pesan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Kantor Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Rabu (27/5/2026) pagi.

Di hadapan ribuan jamaah yang memadati lapangan, Joncik Muhammad menekankan pentingnya kembali kepada nilai-nilai dasar keimanan. Ia mengingatkan agar kecintaan terhadap dunia, harta, jabatan, maupun keluarga tidak melebihi rasa cinta dan ketaatan kepada Allah SWT.

“Makna pengorbanan dalam Idul Adha ini harus menjadi renungan kita bersama, terutama dalam menghadapi situasi dan kesulitan ekonomi yang kini sedang kita hadapi,” ujarnya.

Menurut Joncik, Idul Adha atau Hari Raya Kurban bukan sekadar tradisi dan rutinitas ibadah. Peringatan ini mengandung makna mendalam tentang pengorbanan, ketulusan, dan kepatuhan mutlak kepada Tuhan. 

“Nilai luhur inilah yang harus dijadikan renungan dan pegangan bersama untuk melewati masa-masa sulit yang sedang melanda,” katanya.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Empat Lawang, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Empat Lawang, unsur FKPD Empat Lawang, instansi vertikal, Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Empat Lawang, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Empat Lawang, serta masyarakat Kabupaten Empat Lawang.

Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan daerah.

Miko Rolis
Komentar

Tampilkan