KABUPATEN NIAS – Wakil Bupati Nias, Arota Lase, A.Md., mengikuti secara daring Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar pemerintah pusat, Rabu (23/9/2026).
Rakor tersebut berlangsung dari Ruang Rapat Idanogawo Lantai I Kantor Bupati Nias dan dipimpin oleh Plt. Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Ir. Bachril Bakri, M.App.Sc., CFrA., CACP.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang telah dilaksanakan pada Senin (21/9/2026). Pembahasan kali ini secara khusus difokuskan pada penanganan stok dan perkembangan harga komoditas aneka cabai.
Fokus tersebut dilatarbelakangi kenaikan harga cabai di sejumlah daerah pada minggu ketiga September 2026. Dalam rakor disampaikan terdapat 265 daerah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga cabai rawit, sementara 248 daerah mengalami kenaikan harga cabai merah.
Rakor bertujuan memperoleh informasi terkini dari masing-masing daerah terkait kondisi kenaikan harga cabai, sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang menjadi penyebab meningkatnya harga cabai merah dan cabai rawit.
Selain mengidentifikasi permasalahan, pemerintah daerah juga didorong untuk merumuskan langkah-langkah konkret sebagai upaya mengendalikan kenaikan harga komoditas tersebut sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Pemerintah daerah selanjutnya diminta menyusun langkah penanganan harga cabai yang akan disampaikan dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah berikutnya, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/9/2026).
Dari Pemerintah Kabupaten Nias, rakor tersebut turut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nias, Plt. Inspektur Daerah Kabupaten Nias, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias, serta Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Nias.
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Nias dalam rakor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam memantau perkembangan harga komoditas pangan, khususnya cabai, sekaligus menyiapkan langkah penanganan guna menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi di daerah.
(Niaskab.go.id/Okuli)



.jpg)

.jpg)