Indramayu - Kondisi ruas jalan penghubung Gabuswetan–Saradan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali memakan korban. Jalan yang dikenal rusak parah dan dipenuhi lubang tersebut sebelumnya telah ramai diberitakan oleh media online maupun cetak, serta menuai banyak keluhan keras dari warga dan warganet.
Kecelakaan tunggal dialami seorang pengendara sepeda motor bernama Diana, warga Desa Gabuswetan, pada Jumat (2/1/2026). Insiden terjadi saat korban melintas di lokasi dan berupaya menghindari lubang jalan serta kendaraan lain. Namun nahas, motornya justru terperosok ke lubang hingga menyebabkan as roda patah dan korban terjatuh.
“Ya betul, Pak. Saya menghindari kendaraan lain, tapi malah masuk lubang. Akhirnya motor saya patah as dan saya tersungkur sampai lecet-lecet,” ujar Diana saat ditemui di lokasi kejadian.
Beruntung, petugas kepolisian dari Polsek Gabuswetan yang tengah berjaga di Pos depan gereja setempat segera memberikan pertolongan. Korban dievakuasi dan kendaraannya diangkut menggunakan mobil patroli untuk dibawa ke bengkel.
“Alhamdulillah ada petugas polisi yang langsung menolong saya. Motor saya dibawa pakai mobil patroli ke bengkel,” imbuhnya.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh anggota Polsek Gabuswetan, Aiptu Rokman, yang bersama anggota lainnya berada di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut murni kecelakaan tunggal akibat kondisi jalan yang rusak.
“Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal yang mengakibatkan pengendara mengalami luka ringan dan sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah hingga patah as. Kami membantu membawa korban ke klinik pengobatan serta mengevakuasi kendaraan ke bengkel,” jelas Aiptu Rokman.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan Gabuswetan hingga pertigaan Saradan, terlebih di musim penghujan yang membuat lubang jalan tertutup genangan air dan semakin berbahaya.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk ekstra waspada saat melintas di jalur ini karena kondisi jalan rusak parah, apalagi saat hujan,” tuturnya.
Kejadian ini kembali memantik pertanyaan publik. Haruskah menunggu jatuhnya korban berikutnya sebelum perbaikan dilakukan? Hingga kapan kondisi jalan rusak ini dibiarkan? Pertanyaan tersebut kembali menggema di tengah masyarakat yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan saat melintas.
( Danuri As )



