Begal Di Empat Lawang Kian Nekat, Polisi Dituntut Usut Tuntas Hingga Akar

Tuesday, March 24, 2026, 15:08 WIB Last Updated 2026-03-24T08:08:19Z




EMPAT LAWANG – Jalur maut antara Desa Manggilan dan Desa Gunung Meraksa Lama kembali memakan korban. Aksi pembegalan brutal yang terjadi pada Senin (23/3/2026) sore, tepat di momen arus balik IdulFitri 1447 H, menjadi tamparan keras bagi keamanan wilayah Kecamatan Pendopo.


Tiga warga Desa Ulak Dabuk (DA, SA, dan RS) menjadi sasaran keberingasan pelaku yang tidak segan menendang motor korban hingga terjatuh di tikungan tajam Desa Manggilan. 


Meski satu pelaku berinisial RA berhasil diringkus warga saat bersembunyi di atas pohon kelapa, publik kini menanti nyali kepolisian untuk memberantas komplotan ini hingga tuntas.


Keamanan Jalan Raya dalam Pertaruhan

Keberhasilan warga dan perangkat desa menangkap pelaku menunjukkan betapa tingginya solidaritas masyarakat di tengah rasa tidak aman. Namun, penangkapan ini sekaligus menjadi alarm bagi aparat penegak hukum. Masyarakat tidak bisa selamanya mengandalkan aksi massa untuk menjaga keamanan jalan lintas.


Kapolsek Pendopo, Ali Syahbana Harahap, menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mendalami keterlibatan pelaku dengan rentetan aksi pembegalan serupa yang kerap terjadi di lokasi yang sama, termasuk laporan dari warga Desa Tangga Rasa.


Harapan pada Penegakan Hukum yang Transparan

Publik kini mendesak agar Polres Empat Lawang dan Polsek Pendopo tidak hanya berhenti pada penangkapan satu pelaku. Proses hukum harus berjalan profesional, transparan, dan sesuai prosedur tanpa ada celah bagi pelaku untuk lolos dari jeratan pasal berlapis.


Warga menuntut polisi bekerja ekstra untuk:


   1. Mengejar dua pelaku lain yang masih berkeliaran guna memutus rantai aksi kriminal di wilayah tersebut.

   2. Meningkatkan patroli rutin di titik rawan, bukan sekadar respons setelah ada kejadian.

   3. Menindak tegas sesuai undang-undang agar memberikan efek jera maksimal bagi siapa pun yang berani mengusik ketenangan warga.


Negara tidak boleh kalah oleh premanisme jalanan. Penegakan hukum yang tegak lurus adalah kunci agar jargon "aman dan kondusif" bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan kenyataan yang dirasakan masyarakat saat melintas di bumi Empat Lawang.


Miko Rolis

Komentar

Tampilkan