Kabupaten Nias – Bupati Nias, Yaatulo Gulo, S.E., S.H., M.Si., menerima audiensi dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Ruang Rapat Duria Balaki Lounge Lantai II Kantor Bupati Nias, Jumat (24/7/2026).
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nias, para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, serta pimpinan BUMD Kabupaten Nias. Kehadiran berbagai unsur pejabat daerah ini menunjukkan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari agenda yang dikemas sebagai penguatan sinergi antar lembaga.
Dalam sambutannya, Bupati Nias menyampaikan apresiasi atas kehadiran LPS dan berharap adanya kolaborasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya peran lembaga keuangan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperluas akses terhadap layanan keuangan yang inklusif.
Sementara itu, pihak LPS menegaskan bahwa audiensi ini menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah daerah. LPS juga memaparkan sejumlah program strategis yang dapat disinergikan, mulai dari peningkatan literasi keuangan, penguatan sektor ekonomi masyarakat, hingga dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan dan kesehatan.
Pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama yang dapat diintegrasikan dengan program Pemerintah Kabupaten Nias, terutama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Harapannya, sinergi ini tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, di tengah berbagai paparan rencana dan konsep yang disampaikan, publik tentu memiliki harapan lebih dari sekadar agenda seremonial. Sebab, tidak sedikit kegiatan serupa yang berakhir tanpa kejelasan tindak lanjut yang konkret.
Masyarakat kini semakin kritis, mereka tidak lagi hanya menilai dari seberapa sering rapat digelar atau seberapa lengkap pejabat yang hadir, tetapi dari seberapa besar dampak nyata yang dirasakan. Program literasi, inklusi keuangan, hingga CSR akan kehilangan makna jika tidak benar-benar menyentuh persoalan mendasar di lapangan.
Koordinasi dan sinergi memang menjadi kata kunci yang kerap digaungkan, namun akan jauh lebih bermakna apabila diiringi dengan komitmen kuat serta transparansi dalam pelaksanaannya. Sebab pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar wacana, melainkan bukti nyata.
(Niaskab.go.id/Okuli)



.jpg)

.jpg)