Unggahan yang diduga memuat narasi sepihak dan merugikan Ponpes Daarul Huffadz Muara Pinang ini memicu berbagai opini di kalangan netizen. Menangapi situasi tersebut, kedua belah pihak memberikan klarifikasi resmi guna menjaga keberimbangan informasi.
Pihak Ponpes Birrul Walidain Pendopo, saat dikonfirmasi media awak melalui pesan tertulis, menyatakan komitmennya untuk memberikan klarifikasi yang akurat, utuh, dan transparan. Langkah ini diambil agar masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang dan tidak memicu kesalahpahaman yang lebih luas terkait dinamika internal yang terjadi.
Di sisi lain, pihak Ponpes Daarul Huffadz Muara Pinang selaku pihak yang dirugikan mengkonfirmasi bahwa pimpinan Ponpes Birrul Walidain sebenarnya telah melakukan tabayyun (verifikasi), mengakui kesalahan, dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Pertemuan silaturahmi tersebut dilakukan dengan mendatangi pihak keluarga pemilik pondok serta pimpinan baru Ponpes Daarul Huffadz, Muhammad Abrori Rusli. Meskipun pihak Ponpes Daarul Huffadz secara terbuka menerima permohonan maaf tersebut secara kekeluargaan, mereka menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan. Langkah hukum ini diambil demi menegakkan keadilan dan memberikan kepastian hukum yang jelas atas narasi yang telah beredar di ruang publik.
Merespons dinamika yang berkembang, Tokoh Ulama Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang turut memberikan tambahan. Beliau mengimbau seluruh masyarakat dan sesama umat beragama untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga.
Tokoh Ulama menegaskan pentingnya menjaga diri, mengedepankan sikap tabayyun, serta tidak menyebarkan isu atau mengonsumsi internal lembaga yang belum diketahui pasti akar permasalahannya demi menjaga perdamaian di tengah masyarakat.
(Miko Rolis)

.jpg)
