Menyampaikan arahan Wali Kota Gunungsitoli, Pj. Sekda menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting sangat ditentukan oleh kolaborasi seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, dan kelurahan. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang efektif, sinkronisasi data antar sektor, serta pelaksanaan intervensi spesifik maupun sensitif secara terarah dan terukur.
“Target penurunan stunting tidak bisa ditawar. Kita semua harus bergerak lebih cepat, lebih tepat, dan lebih kolaboratif. Pastikan seluruh sasaran program menggunakan data by name by address yang benar-benar valid. Data keluarga berisiko, ibu hamil, dan balita harus diperbarui secara berkala. Tidak boleh ada lagi bantuan yang salah sasaran atau anak yang luput dari pemantauan,” tegasnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi terkait percepatan pencegahan dan penurunan stunting (TP3S) yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Kepala Bappelitbang Kota Gunungsitoli, dan Kepala Dinas PMD Kota Gunungsitoli.
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini meliputi Ketua dan anggota TPPS Kota dan Kecamatan Gunungsitoli, Kepala Desa/Lurah, Kepala UPTD Puskesmas, para penyuluh KB se-Kota Gunungsitoli, para Camat, serta tamu undangan lainnya.
Pemkob Gunungsitoli/Okuli)



