Tanggamus – Aktivitas transportasi laut di wilayah Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung bagian selatan, mengalami gangguan serius akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar, Selasa (16/06/2026).
Kapal motor taksi penyeberangan yang melayani rute dari Kotaagung menuju delapan pekon di Teluk Brak hingga Ujung Tampang Tua, serta empat pekon di Pulau Tabuan, mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM. Selain harga yang meningkat, ketersediaan BBM juga sangat terbatas, sehingga berdampak pada kelancaran distribusi penumpang dan bahan kebutuhan pokok masyarakat.
Salah satu pemilik kapal motor taksi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dirinya harus mengantre sejak pagi di SPBU Kotaagung untuk mendapatkan solar. Namun hingga siang hari, BBM yang dibutuhkan belum juga diperoleh.
“Dari pagi kami antre di SPBU Kotaagung untuk mendapatkan solar, tapi sampai pukul 12.00 WIB belum juga dapat. Ini jelas menghambat jadwal keberangkatan, baik untuk penumpang maupun distribusi bahan pokok ke pekon-pekon di seberang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada hari tersebut hanya satu kapal yang beroperasi, sementara kapal lainnya tidak berlayar karena terkendala mesin atau sedang dalam perbaikan. Kondisi ini semakin diperparah dengan sulitnya mendapatkan BBM.
“Hari ini hanya satu kapal yang jalan. Yang lain ada yang sedang perbaikan mesin, karena kami khawatir jika dipaksakan bisa mogok di tengah laut. Kalau BBM sulit seperti ini, tentu sangat menghambat aktivitas kami,” jelasnya.
Para pemilik kapal berharap adanya perhatian serius dari dinas terkait untuk mengatasi kelangkaan BBM di wilayah tersebut. Mereka meminta kemudahan dalam mendapatkan pasokan BBM, mengingat transportasi laut merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat.
“Kami mohon kepada dinas terkait agar bisa membantu dan mempermudah akses BBM. Ini menyangkut kepentingan orang banyak, termasuk kebutuhan pokok masyarakat di Pematang Sawa dan Pulau Tabuan,” tutupnya.
(Solihin)



.jpg)

.jpg)