EMPAT LAWANG, 5 November 2026 – Kondisi kebersihan di kawasan Pasar Pendopo, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, memicu keresahan masyarakat yang meluas. Tumpukan sampah terpantau berserakan di sepanjang trotoar jalan akibat tidak bocornya honor para petugas kebersihan oleh PT Gama, selaku vendor pihak ketiga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Empat Lawang.
Krisis kebersihan ini menjadi ironi besar mengingat alokasi anggaran daerah (APBD) yang dikucurkan untuk pemeliharaan kebersihan wilayah Kecamatan Pendopo dan Tebing Tinggi tergolong fantastis, yakni mencapai Rp3.464.000.000 (Rp3,46 Miliar).
Berdasarkan investigasi lapangan yang dilakukan oleh tim media HarianTv, Dinas DLH Kabupaten Empat Lawang secara terbuka telah mengakui adanya keterlambatan pembayaran honor tersebut. Pihak dinas menyatakan saat ini tengah berkoordinasi secara intensif dengan PT Gama demi mendesaknya percepatan pencairan hak para pekerja kebersihan.
Namun, penyelidikan lebih lanjut justru menguak masalah baru di lapangan. Akibat tersendatnya gaji, sejumlah oknum petugas kebersihan ditengarai melakukan pungutan pembohong (pungli) langsung kepada para pedagang pasar guna melindungi kebutuhan operasional sehari-hari.
"Kami menarik iuran Rp1.000 untuk kebersihan, membaca rutin setiap 7 hari sekali ke petugas," aku salah seorang pedagang Pasar Pendopo saat dikonfirmasi oleh tim investigasi pada Kamis (5/11/2026). Informasi mengenai pungutan ilegal ini pun kini mendadak viral di tengah masyarakat setempat.
Kondisi carut-marut ini memicu reaksi keras dari pengamat dan aktivis lingkungan, Aprianto. Ia meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa kompromi.
“Masalah kebersihan ini mutlak sudah dibiayai oleh uang rakyat melalui dana APBD. Pungutan sempit apa pun di luar aturan resmi adalah pungli. Pemerintah tidak boleh menutup mata. Kami menuntut agar Dinas DLH segera mengaudit total dan manajemen PT Gama diperiksa secara menyeluruh terkait dugaan pembiaran yang memicu pungli di lingkungan Pasar Pendopo,” tegas Aprianto.
Publik kini mendesak adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh terhadap kontrak kerja PT Gama, serta menuntut pemulihan fungsi trotoar Pasar Pendopo yang saat ini tertutup sampah.
Miko Rolis

.jpg)
