Harga Beras di Empat Lawang Tembus Rp15.500/Kg, Tim Investigasi Endus Dugaan Praktik Mafia dan Fortifikasi Palsu

Saturday, October 3, 2026, 23:39 WIB Last Updated 2026-10-03T16:39:00Z

 


EMPAT LAWANG, SUMATERA SELATAN
– Harga beras di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, terpantau masih bertahan di angka tinggi, yakni berkisar Rp15.500 per kilogram.

 Kondisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat, mengingat Indonesia diklaim memiliki cadangan pangan yang melimpah namun kenyataan di lapangan menunjukkan ketidakmampuan mencapai swasembada pangan yang merata.

Tingginya harga beras nasional di tingkat daerah ini berbanding terbalik dengan pernyataan resmi Menteri Pertanian yang menegaskan bahwa stok pangan sangat aman dengan kepemilikan 5,2 juta ton beras . Menurut Menteri Pertanian, dengan ketersediaan pasokan sekondisi itu, harga beras di pasaran seharusnya berada di kisaran ideal Rp12.500 hingga Rp13.000 per kilogram .

Menyikapi jurang harga yang terlampau jauh ini, tim investigasi mencurigai adanya kuatnya keterlibatan mafia beras yang sengaja mempermainkan rantai pasok dan harga di tingkat daerah. Tidak hanya masalah harga, indikasi kejadian juga mengarah pada beredarnya beras dengan fortifikasi palsu (pemalsuan kandungan nutrisi/vitamin) demi meraup keuntungan sepihak di atas penderitaan konsumen.

Kondisi harga yang melabung tinggi ini jelas menjadi hantaman keras dan sangat membebani masyarakat kelas bawah yang mengandalkan beras sebagai komoditas pangan pokok harian.

Demi menjaga keberimbangan informasi dan transparansi publik, Tim Investigasi saat ini terus bergerak di lapangan untuk menggali data lebih dalam dan dijadwalkan akan segera melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Bulog Kabupaten Empat Lawang. 

Langkah ini diambil guna meminta kejelasan mengenai alur distribusi, pengawasan pasar, serta memastikan apakah ada kendala serapan yang memicu kelangkaan dan mengganggu harga di wilayah.

Miko Rolis 
Komentar

Tampilkan