TANGGAMUS - Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat di wilayah selatan Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, patut diapresiasi. Meski hanya mengandalkan satu unit alat berat hasil swadaya pekon, warga dari sembilan pekon tetap kompak dan optimis melanjutkan pekerjaan pembukaan jalan tembus dari Way Nipah hingga Pekon Tampang Tua.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (2/11/2025) ini menjadi simbol tekad masyarakat untuk keluar dari keterisolasian dan menikmati akses darat yang selama ini sangat mereka rindukan.
Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong warga tidak surut. Seluruh unsur masyarakat — mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga para pemuda — bergandengan tangan mewujudkan impian agar wilayah mereka memiliki akses yang layak seperti pekon-pekon lain di Tanggamus.
“Apapun rintangannya, kami tetap semangat. Ini bentuk persatuan dan kerja sama demi kemajuan bersama masyarakat yang selama ini masih terisolir,” ujar salah satu warga penuh harap.
Ketua Asosiasi Pemerintah Pekon Seluruh Indonesia (APEPSI) Kecamatan Pematang Sawa, Drs. Azuddin Thalib, yang juga mewakili Jakhu suku, menyampaikan dukungan penuh terhadap semangat masyarakat tersebut.
“Kami sangat bangga atas kekompakan warga yang terus bergotong royong. Jalan ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik bagi petani, akses kesehatan, maupun pendidikan. Jika jalan darat ini terbuka, anak-anak kita bisa bersekolah dengan aman tanpa harus menantang badai di lautan seperti selama ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Vian, warga Pematang Sawa, menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dapat turun langsung melihat kondisi masyarakat di wilayah selatan yang selama ini masih jauh dari pusat kegiatan ekonomi.
“Kami mohon kepada Bupati Tanggamus agar menaruh perhatian lebih kepada kami di Pematang Sawa. Kami juga warga Tanggamus yang memiliki hak sama untuk merasakan kemajuan. Jalan ini akan membuka peluang ekonomi baru, mempermudah pelayanan, dan membawa perubahan besar bagi masyarakat kami,” katanya dengan penuh harapan.
Sejumlah awak media yang turut hadir menilai bahwa semangat warga Pematang Sawa mencerminkan jiwa gotong royong yang masih kuat di tengah keterbatasan. Peran masyarakat lokal dan sinergi antarpekon menjadi bukti nyata bahwa kemajuan bisa dimulai dari bawah asal mendapat dukungan dari pemerintah.
Melalui suara bersama ini, warga berharap Bupati Tanggamus dan Pemerintah Provinsi Lampung dapat mendengar langsung aspirasi masyarakat selatan yang ingin terbebas dari keterisolasian.
“Kami hanya ingin hidup layak seperti masyarakat di pekon lain. Kami mohon kepada Bapak Bupati Tanggamus, kiranya dapat meninjau langsung kondisi kami di Pematang Sawa dan membantu percepatan pembukaan jalan ini,” tutup warga dengan nada penuh harap.
(Solihin)



