GUNUNGSITOLI – Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Sekretariat Daerah menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas rancangan pedoman keprotokolan, khususnya tata cara penyambutan tamu secara adat tradisional Nias, di Ruang Rapat Center Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, bersama Asisten Administrasi Umum Setda Kota Gunungsitoli, Yafet Krismatius Buulolo, S.STP., M.A.B., dengan tujuan menyelaraskan tata cara keprotokolan pemerintahan dengan nilai-nilai adat dan budaya Nias.
FGD tersebut merupakan bagian dari pembahasan Rancangan Peraturan Wali Kota (Perwali) Gunungsitoli tentang Pedoman Keprotokolan di Lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli. Pembahasan difokuskan pada penyusunan tata cara penyambutan tamu secara adat tradisional Nias agar dapat diterapkan secara tertib, seragam, dan sesuai dengan kebutuhan kegiatan resmi pemerintahan.
Dalam pembahasan itu, aspek pelestarian budaya menjadi perhatian penting. Tradisi penyambutan tamu dalam adat Nias merupakan bagian dari identitas masyarakat yang mengandung nilai penghormatan, tata krama, serta kearifan lokal. Karena itu, penyusunan pedoman diharapkan mampu mengakomodasi nilai-nilai tersebut tanpa mengabaikan ketentuan keprotokolan yang berlaku.
Kegiatan ini turut melibatkan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Gunungsitoli, Fitelinamawati Hulu, S.E., M.Si., serta sejumlah unsur terkait. Peserta yang hadir meliputi perwakilan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Bagian Hukum Setda Kota Gunungsitoli, Lembaga Budaya Nias (LBN) Kota Gunungsitoli, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh budaya.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya menghimpun masukan dan pandangan agar pedoman yang disusun dapat mencerminkan nilai-nilai adat Nias sekaligus memiliki kejelasan dalam penerapannya di lingkungan pemerintahan. Dengan demikian, tata cara penyambutan tamu diharapkan tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga tetap menunjukkan penghormatan terhadap tradisi dan budaya setempat.
Melalui FGD ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli berupaya merumuskan pedoman keprotokolan yang dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan resmi pemerintahan, terutama dalam penyambutan tamu secara adat tradisional Nias. Pedoman tersebut diharapkan dapat memperkuat profesionalitas penyelenggaraan keprotokolan sekaligus mendukung pelestarian adat dan budaya Nias sebagai identitas daerah.
(Diskominfo Gunungsitoli.co.id/Okulizaro Laia)



.jpg)
